G
N
I
D
A
O
L

Kutip Pesan Imam As-Suyuthi, Wakil Wali Wisudawan: “Amal Anak adalah Pahala bagi Orang Tua”

FH Media– Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Gedung Serba Guna (GSG) K.H. Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada Ahad (26/4). Madrasah Fattah Hasyim tengah menyelenggarakan prosesi Wisuda Purnasiswa XI yang diikuti oleh 197 wisudawan dan wisudawati.

Acara yang menjadi momentum puncak perjalanan akademik para siswa & siswi ini berlangsung sangat matang. Sejak pagi hari, area gedung sudah dipadati oleh jajaran dewan guru, tamu undangan, serta para wali murid yang hadir untuk menyaksikan buah hati mereka purnastudi.

Tepat pukul 08.00 WIB, prosesi dimulai dengan kirab wisudawan yang memasuki ruangan dengan iringan shalawat. Acara dibuka dengan pembacaan Tahlil Bersama yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Asrori Ma’sum, M. Pd.I, guna mendoakan para pendiri madrasah dan memohon keberkahan ilmu.

Nuansa religius semakin terasa saat salah satu wisudawan, Dzanial Umar Hamdan, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan merdu, membuat seluruh hadirin terhanyut dalam kekhusyukan.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari persiapan panitia yang sangat matang. Bapak Mohammad Maqin, S.H., selaku bagian penerima tamu, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran arus kedatangan undangan.

“Alhamdulillah, antusiasme tahun ini luar biasa. Persiapan kami lakukan secara intensif untuk memastikan kenyamanan tamu dan wali siswa. Meski suasana sangat ramai sejak pagi, semua terkendali dengan baik berkat koordinasi tim yang solid,” ujar beliau.

Suasana berubah menjadi sangat emosional saat Bapak Ali Mukhoidor, S. Pd., wali dari wisudawati Taslim Mahlia Haidar, memberikan sambutan mewakili seluruh wali murid. Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada madrasah, para pengasuh, dan dewan guru.

“Kami sadar bahwa kewajiban menuntun putra-putri kami menuju kebahagiaan dunia dan akhirat sebenarnya adalah kewajiban kami sebagai orang tua. Namun karena keterbatasan, kami menitipkan mereka kepada lembaga luar biasa ini,” ungkap beliau.

Dalam sambutannya, Bapak Ali juga mengutip ungkapan dari Imam Jalaluddin as-Suyuthi: “Bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan anak, maka orang tua juga akan mendapatkan pahalanya, meskipun si anak tidak mendoakan mereka secara lisan.” Beliau secara khusus menyampaikan Jazaakumullah ahsanal jaza’ kepada Kepala Madrasah, Abah K.H. Mohammad Idris Djamaluddin dan kepada segenap dewan guru.

Tak hanya itu, Bapak Ali juga menyampaikan permohonan maaf atas perilaku para siswa yang mungkin kurang berkenan, serta beban yang dititipkan kepada para kiai dan guru. Beliau teringat pesan mendalam dari Abah Kiai Idris saat mereka sowan.

“Kami ingat dawuh K.H. Mohammad Idris Djamaluddin: ‘Kewajiban orang tua yang paling inti adalah membiayai dan mendoakan. Tidak semua dibebankan kepada Kiai dan Ustadznya.’ Maka dari itu, kami mohon doa restu agar setelah ini kami bisa terus mendidik putra-putri kami dengan baik,” tambahnya.

Bagi para siswa, hari ini adalah gerbang menuju pengabdian yang lebih luas. Mawahibussalam, salah satu wisudawan, menyampaikan rasa bahagianya sekaligus haru karena harus meninggalkan madrasah tercinta.

“Madrasah Fattah Hasyim adalah rumah kedua yang mengajarkan kami arti perjuangan dan akhlak. Terima kasih kepada guru-guru kami. Mohon doanya agar kami bisa menjaga nama baik almamater di mana pun kami berada,” ungkap Mawahibussalam.

Wisuda Purnasiswa XI ini menjadi bukti konsistensi Madrasah Fattah Hasyim dalam mencetak generasi  yang unggul secara intelektual dan kokoh secara spiritual. Selamat kepada 197 wisudawan dan wisudawati, selamat menebar manfaat bagi agama dan bangsa.

 

(Afwan/FH Media)