G
N
I
D
A
O
L

Membanggakan! Madrasah Fattah Hasyim Luncurkan 10 Karya Buku Siswa di Wisuda Purnasiswa XI

FH Media – Madrasah Fattah Hasyim kembali menegaskan eksistensinya sebagai rahim intelektual muda. Dalam momentum sakral Wisuda Purnasiswa XI kelas akhir tahun 2026, madrasah secara resmi meluncurkan 10 karya tulis buah karya siswanya.

Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Kepala Madrasah Fattah Hasyim, K.H. Mohammad Idris Djamaluddin. Sebagai bentuk apresiasi dan khidmah intelektual, karya-karya tersebut diserahkan secara simbolis sebagai cendera mata kepada K.H. Abdurrozaq Sholeh, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Sepuluh buku yang diluncurkan mencerminkan kedalaman literasi siswa yang tidak terpaku pada teks klasik saja, tetapi juga mampu merespons tantangan zaman. Di sektor penguatan ideologi dan syariat, hadir buku “Reaktualisasi Aswaja” yang membawa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah ke wajah yang lebih relevan. Disusul oleh “Taqrirah Safinatunnaja” dan “Skema Fathul Mu’in” yang menyederhanakan pemahaman fiqih klasik menjadi lebih sistematis bagi pembaca modern.

Ketelitian dalam memadukan agama dan sains juga tampak dalam buku “Metode Penentuan Arah Kiblat”. Sementara itu, jalan menuju pemahaman teks suci dibuka melalui karya bertajuk “Pengantar Memahami Ilmu Tafsir”.

Tak hanya soal hukum dan teologi, para siswa juga memotret sejarah dan dinamika sosial. Buku “Ijtihad Politik Kiai-Kiai Pesantren” mengulas peran strategis ulama dalam sejarah bangsa, sedangkan buku “Kapan, Bagaimana, dan Kenapa dalam Thaharah” hadir sebagai panduan praktis ibadah sehari-hari yang sering menjadi pertanyaan umat.

Memasuki sisi emosional, para lulusan 2026 ini menunjukkan kepekaan mereka terhadap kesehatan mental dan dinamika remaja melalui buku “Terjebak Ekspektasi: Remaja, Mimpi, dan Realita”. Karya ini menjadi suara hati jujur generasi Z dalam menghadapi tekanan dunia.

Sisi kreatif pun tidak luput dari perhatian. Sebuah karya fiksi imajinatif berjudul “Malevolent: War of The Demons” membuktikan bahwa daya imajinasi santri mampu menembus batas-batas narasi konvensional.

Sebagai puncaknya, buku kesepuluh memberikan pesan mendalam tentang wajah Islam yang moderat. Karya berjudul “Seni Berdakwah dengan Cinta dan Tawa” hadir sebagai pengingat bahwa menyampaikan kebenaran tidak harus selalu dengan nada keras, melainkan bisa melalui kelembutan, cinta, dan senyuman yang menyejukkan.

Peluncuran 10 buku ini menjadi bukti nyata bahwa Madrasah Fattah Hasyim sukses mencetak lulusan yang menguasai ilmu agama sekaligus terampil dalam mengikat ilmu tersebut melalui tulisan. Sebuah kado terindah bagi almamater dan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum di tahun 2026 ini.