Siapkan Lulusan Berkualitas, MFH Jalankan Agenda Yayasan: Doktrinasi Aswaja, ke-Bahrul-Ulum-an, dan Jati Diri Santri.

FH Media – Senin pagi, 26 Januari 2026, Aula Madrasah Fattah Hasyim (MFH) diselimuti suasana khidmat yang berbeda dari biasanya. Ratusan siswa kelas 12 berkumpul untuk mengikuti agenda strategis bertajuk Doktrinasi Aswaja dan Kebahrul-Uluman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Bidang Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang diimplementasikan oleh Madrasah Fattah Hasyim. Pertemuan ini menjadi ikhtiar dalam memberikan “bekal pamungkas” bagi para siswa sebelum mereka resmi melangkah melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya dan mewarnai masyarakat.

Momentum ini dibuka dengan pesan dari Wakil Kepala Madrasah 1, K.H. Moh. Yahya Husnan. Mengambil QS. Az-Zumar ayat 9, beliau menegaskan bahwa kualitas seorang individu di masa depan sangat ditentukan oleh kedalaman ilmunya. Di hadapan para siswa, beliau mengingatkan bahwa di dunia luar, kecakapan dan pemahaman mendalam adalah pembeda yang nyata.

“Skill dan pemahaman mendalam adalah pembeda. Anak muda yang mau belajar dan berilmu tentu memiliki nilai tawar serta mentalitas yang jauh berbeda dengan mereka yang hanya ikut-ikutan tren tanpa dasar,” tegas K.H. Yahya. Beliau mendorong para siswa untuk terus menjadi pribadi yang “haus ilmu”, karena menurutnya, kolaborasi antara pengalaman yang luas dan keilmuan yang dalam adalah kunci utama meraih kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Keseriusan madrasah dalam menjaga sanad keilmuan ini pun dibuktikan dengan kehadiran tiga narasumber otoritatif. Dr. K.H. Muhyiddin, ZA. hadir menanamkan nilai-nilai Kebahrul-Uluman sebagai akar sejarah dan karakter yang harus dipelihara. Sementara itu, Dr. Nyai Hj. Adatul Istiqomah, M.Pd.I. membekali siswa dengan wawasan Aswaja An-Nahdliyyah untuk membentengi mereka dari gempuran ideologi radikal di masa depan. Sebagai pelengkap, K.H. Imron Rosyadi Malik memberikan suntikan motivasi mengenai Jati Diri Santri, mengingatkan bahwa pengabdian seorang santri tidak dibatasi oleh dinding pesantren saja.

Kegiatan ini tentu menyentuh aspek kognitif dan meninggalkan kesan emosional yang mendalam bagi para peserta. Familiyen Ladisa Untara, siswa kelas 12-A1, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya agenda ini. Menurutnya, pemaparan materi yang sangat padat namun bernas, terutama mengenai sejarah dan nilai Bahrul Ulum, telah memberikan energi baru bagi dirinya. “Materi ini membuat saya semakin yakin dan bangga menjadi bagian dari santri Bahrul Ulum. Ini adalah identitas yang akan saya bawa ke mana pun saya melangkah nanti,” ungkapnya dengan penuh optimisme.

Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran pendidik yang hadir mendampingi, termasuk Wakil Kepala Madrasah 2, Ibu Nyai Hj. Lathifah Hidayati, serta para wali kelas. Bachtiar Junaidi, S.Pd., selaku Wali Kelas 12-A4, menyambut hangat agenda rutin madrasah ini sebagai langkah preventif sekaligus kuratif bagi mentalitas siswa. Beliau berharap, melalui doktrinasi yang kuat, para lulusan Madrasah Fattah Hasyim tetap mampu menjaga muruah dan tradisi kesantrian yang telah lama tertanam. “Harapan kami, di mana pun mereka berada nanti, ciri khas santri yang santun, moderat, dan berilmu tetap menjadi napas dalam kehidupan mereka,” tuturnya.

Acara yang berakhir pada pukul 12.00 WIB ini menjadi saksi bahwa Madrasah Fattah Hasyim tidak hanya melepas lulusan secara administratif, tetapi juga melepas duta-duta Santri Aswaja yang siap menjaga tradisi di tengah modernitas. (Zubair/Red)