FH Media – Madrasah Fattah Hasyim sukses menyelenggarakan agenda penting bagi siswa-siswi kelas XII, yakni Ujian Akhir Baca Kitab. Kegiatan yang menjadi barometer penguasaan kitab kuning ini dilaksanakan pada Sabtu (18/04/2026) dan berpusat di Kampus B Madrasah Fattah Hasyim.
Kegiatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan apel pagi dan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Moh. Shofiyuddin, M.Pd., Gr. Suasana khidmat menyelimuti halaman madrasah saat peserta ujian menundukkan kepala, memohon kelancaran untuk tahapan yang kerap dianggap sebagai puncak dari pembelajaran selama tiga tahun di madrasah.
Pasca doa, Bapak Hamam Nasiruddin, S.Pd.I selaku Ketua Panitia memberikan sosialisasi teknis pelaksanaan. Beliau menekankan pentingnya ketenangan dan ketelitian dalam menghadapi penguji. Setelah koordinasi singkat antara panitia dan para penguji, ujian pun resmi dimulai dengan pembagian peserta ke dalam 13 Majlis Ujian.
Bagi para siswa, ujian ini merupakan pembuktian penguasaan Ilmu Alat (Nahwu dan Shorof), sekaligus penguasaan skill baca kitab. Ketegangan nampak jelas di wajah para peserta yang menunggu giliran masuk ke ruang majlis.
Efan Maulana, siswa kelas XIIA-1, mengaku merasakan debar jantung yang berbeda dari ujian biasanya.
“Begitu kami memasuki ruang, penguji sudah siap menunggu kami membaca kitab. Ilmu alat dan kemampuan baca kitab kami benar-benar diuji hari ini. Ini adalah momen paling menegangkan bagi kami,” ungkap Efan.
Hal senada disampaikan oleh Labibatun Nasywa Majidah, siswi kelas XIIB1. Namun, ia mencoba tetap tenang dengan memegang teguh nasihat gurunya.
“Ujian baca kitab memang termasuk yang paling menegangkan. Tapi, seperti pesan wali kelas dulu, bahwa baca kitab adalah skill, artinya bisa dilatih. Jika hari-hari kemarin kita sering latihan, insyaAllah hari ini akan siap dengan segala pertanyaannya,” tuturnya optimis.
Ketua Panitia Ujian, Bapak Hamam Nashiruddin, memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan para siswa. Beliau menekankan bahwa ujian ini adalah identitas siswa-siswi Madrasah Fattah HAsyim dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren.
“Ujian ini bukan cuma jadi formalitas syarat kelulusan, tapi bagaimana cara kita memastikan bahwa lulusan Madrasah Fattah Hasyim memiliki sanad keilmuan yang kuat dan mampu membedah kitab kuning secara mandiri. Kami ingin mereka, selain cerdas secara akademik, juga kompeten dalam literasi turats yang menjadi ciri khas pesantren,” tegas Bapak Hamam.
Pelaksanaan ujian tahun ini menghadirkan deretan pendidik dan tokoh yang sangat kompeten di bidangnya. Bertindak sebagai tim penguji di antaranya adalah Bapak KH. Anshori Sehah, M.PdI, Bapak KH. Moh. Yahya Husnan, Bapak KH. Mohammad Sholeh, serta Bapak KH Abdur Rozaq Husni.
Turut serta menjadi tim penguji yakni Bapak H. M. Abdulloh Rif’an Nashir, Lc., MA, Bapak H. Zamharir Fasya, Bapak Yusuf Hidayat, M. PdI, Bapak Dr. H. M. Fathoni Zain, M. PdI, dan Bapak Dr. M. Nurcholis, M.H. Selain itu, kemampuan siswa juga diuji oleh Bapak Ali Muhajir, S.Pd, Bapak M. Arief Mujaidien, SHI, Bapak Nanang Qosim, S.PdI, Bapak H. Miftahul ‘Ulum, S.HI, M.Pd, Gr, Bapak M. Badrus Salam, S.PdI, Gr, serta Bapak Addin Mustaqim, S.Pd.
Ujian berlangsung hingga selesai dengan tertib. Diharapkan melalui ujian ini, siswa-siswi kelas XII Madrasah Fattah Hasyim siap terjun ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal pondasi agama yang kokoh.
